Wednesday, November 12, 2008

Foodfezt Integrated Kitchen System, Pesan makanan cukup dengan PDA

Jika Anda berkunjung ke Jogja Foodfezt, Anda akan mendapat suguhan yang berbeda dengan rumah makan lainnya. Anda tidak akan menemukan captain order yang dibawakan oleh waitress untuk memilih menu yang Anda sukai karena sang waitress sudah memakai PDA. Di resto yang berlokasi di Jalan Kaliurang ini, konsep pelayanan kepada pelanggan sepenuhnya sudah berbasiskan teknologi. Restoran ini telah menerapakan teknologi FIKS (Foodfezt Integrated Kitchen System) yang secara sederhana bisa diartikan sebagai sebuah konsep integral antara waitress-kitchen-cashier-backoffice serta realtime. “Sebenarnya ini bukan konsep terlalu baru karena beberapa restoran di Jakarta dan Singapura banyak yang sudah menggunakan perangkat seperti PDA sebagai gadget waitress ketika mereka menangani pesanan. Haya saja, rata-rata restoran punya satu dapur atau bar sedangkan Foodfezt memiliki 11 dapur dan satu bar,” ujar Fajar Handika, General Manager Jogja Foodfezt. Beberapa peranti yang memegang peranan penting dalam konsep FIKS ini antara lain adalah internet server, database server, POS server, Order Terminal, Kitchen Monitor, Print servers, Printers, Wireless Access Points, Routerm, dan PDA. Internet server berfungsi untuk menghubungkan database server dengan dunia luar. Dengan alat ini, semua aktivitas di rumah makan ini bisa dimonitor melalui VPN (Virtual Private Network) over internet dari mana saja. Artinya si pemilik rumah makan bisa mengetahui berapa orang yang sedang makan, siapa saja waitress yang melayani, apa saja pesanannya, dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyajikan pesanan kepada pelanggan. Elemen penting lainnya adalah router. Peranti ini berfungsi sebagai jantung dari FIKS. Semua perangkat yang menggunakan koneksi kabel tersambung ke router ini. Sementara Wireless Acces Point fungsinya mirip router, tapi nirkabel. Semua PDA dan komputer yang terhubung ke jaringan secara nirkabel akan terhubung ke sini dengan protokol wifi dan diteruskan ke router. Yang tidak kalah pentingnya adalah Database server. Komponen ini berupa sebuah komputer server yang beisi semua data transaksi yang terjadi. Segala kegiatan apapun yang berhubungan dengan order akan dicatat di sini. Sementara PDA menjadi bawaan wajib bagi para waitress. Peranti ini digunakan oleh para waitress untuk melakukan input order, melihat ketersediaan menu, maupun status meja. Data pemesanan itu itu akan disinkronisasi secara realtime dengan database server. Fajar mengatakan, penggunaan perangkat teknologi dalam bisnis restorannya ini cukup menguntukan dari segi bisnis dan efisiensi. Ketika pemilik restoran mengimplementasikan teknologi digital dengan sistemnya maka mereka akan mendapat beberapa benefit seperti efisiensi SDM, cost cutting pembuatan CO, dan meminimalisasi human error. “Dengan sistem seperti ini, akan ada data penjualan secara detil berdasarkan waktu dan jenis makanan yang terjual. Pemilik resto bisa menganalisis berapa jumlah tamu yang data dalam kurun waktu tertentu, berapa persen penjualan es the dibanding es jeruk, atau restoran paling ramai dikunjungi jam berapa dan hari apa,” tutur Fajar.

1 comment:

Faiz MH said...

thanks for review...
nice to see u in blogspot..

:)