Sunday, November 23, 2008

Indosat kembangkan sumber tenaga alternatif untuk BTS

Sebagai perwujudan program Indonesia Hijau menyambut ulang tahunnya yang ke 41, Indosat mulai mengembangkan penggunaan energi alternatif untuk BTS. Indosat berkomitmen menjadi pionir lingkungan dalam industri telekomunikasi di Indonesia. “Kami sudah mewujudkan hal itu dalam program ujicoba komersial BTS tenaga alternatif yang menggunakan tenaga angin, matahari dan biofuel. Program ini sudah berjalan di beberapa daerah seperti Girisari, Bali, Labuan, Lombok, dan NTB,” ujar Teguh Prihantoro, Kepala Cabang Indosat Jogja yang baru, menggantikan Roganda Manullang, kemarin. Hasil ujicoba komersial tersebut menurut Teguh sangat menggembirakan karena mampu menunjukkan bahwa sistem hibrida dapat bekerja baik pada BTS Indosat. Penggunaan sistem hibrida seperti energi surya dan angin terbukti berhasil menggantikan konsumsi energi dari PLN hingga 80%. Kombinasi tenaga surya dan biofuel juga terbukti berhasil mengurangi emisi CO2 equivalen sebesar 2,4 ton. Hebatnya lagi, sistem hibrida ini sepenuhnya menggunakan produk dalam negeri. Dalam uji coba tersebut Indosat turut menggandeng PT LEN dan PT LAPAN yang merupakan isntitusi anak negeri. Sementara untuk menjamin ketersediaan biofuel dari biji jarak, Indosat akan merintis kerjsama dengan petani lokal Sumbawa untuk penanaman pohon Jarak. “Ke depannya kami juga berencana akan menambah jumlah BTS menggunakan sistem hibrida untuk BTS di lokasi yang memiliki cadangan energi tersebut. Kami juga sangat terbuka bagi operator lain apabila akan menggunakan model ini untuk BTS berenergi alternatif,” tutur dia. Sementara itu, di bidang pendidikan, Indosat juga meluncurkan program “Indonesia Belajar”. Program ini ditandai dengan Indosat Science & Multimedia School (ISMS) yang memberi akses kepada sekolah berupa fasilitas multimedia, harware, dan software. “Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan sains sekaligus pengenalan teknologi dalam proses belajar-mengajar di sekolah. Kami menargetkan 100 sekolah secara nasional akan mendapatkan program ISMS ini hingga akhir tahun. Sebagai tahap awal, 25 sekolah yang menjadi pemenang karya terbaik IWIC 2008 untuk kategori IWIC for school akan memperoleh fasilitas ini terlebih dahulu,” tambah Teguh. Beberapa prestasi telah diraih oleh Indosat atas kerja kerasnya tersebut. Saah satu di antaranya adalah The Best Achievment Award penyelenggara telepon bergerak seluler dari Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI). Pemerintah sebagai regulator menilai Indosat telah mematuhi regulasi serta komitmen pembangunan yang tertuang dalam lisensi modern. “Penghargaan tersebut merupakan wujud kepercayaan terhadap segala upaya dan komitmen Indosat dalam mematuhi regulasi. Kami senantiasa menjaga komitmen untuk memebrikan layanan terbaik dan inovatif sebagai bagian dari budaya perusahaan untuk memenuhi kepuasan pelanggan,” pungkasnya.

No comments: