Showing posts with label sains. Show all posts
Showing posts with label sains. Show all posts

Wednesday, November 17, 2010

Memangku laptop pengaruhi kesuburan pria

123rf.com
Mengoperasikan laptop dengan cara dipangku ternyata beresiko pada sejumlah hal. Selain masalah kesuburan, ada dampak negatif lainnya. Itulah temuan penelitian terbaru yang dirilis di Fertility and Sterility, akhir pekan lalu.

Laporan medis beberapa tahun lalu menunjukkan kasus seorang pria dengan temperatur di bagian skrotum atau buah zakarnya meningkat gara-gara terlalu sering memangku laptop. Dalam jangka panjang, hal ini akan menyebabkan produksi sel sperma berkurang sehingga menjadi infertil.

Menurut Edmund Sabanegh, seorang urolog di Klinik Cleveland di Ohio, Amerika Serikat, menggunakan laptop dengan cara dipangku mempengaruhi tingkat kesuburan pria.

Hasil penelitian menyebutkan, menggunakan laptop menghasilkan panas yang berlebih di bagian skrotum (kantung buah zakar). “Panas pada bagian skrotum sangat terasa dan membahayakan tingkat kesuburan pria,” tegas Sabanegh seperti dikutip ScienceNews, akhir pekan lalu.

Sunday, October 17, 2010

Shinkansen, ngebut tanpa celaka


Kecelakaan maut antara KA Argo Anggrek dan KA Senja Utama di Petarukan, Pemalang yang menewaskan sedikitnya 33 penumpang, Sabtu (2/10) lalu menambah daftar panjang kesemrawutan perkereta-apian di Indonesia.

Meskipun sebenarnya dari segi kecepatan, kereta api di Indonesia masih jauh dibanding dengan negara-negara lain, namun banyaknya kesalahan teknis dan human error seringkali berakibat fatal. Dari kejadian-kejadian tersebut PT KAI sebagai otoritas tertinggi di bidang perekereta-apian sepertinya perlu belajar dari pengalaman Jepang.

Seperti diketahui, kereta api merupakan alat transportasi utama di Jepang, terutama untuk menghubungkan kota-kota utama dan alat angkut komuter di kota-kota besar seperti Tokyo dan Osaka. Panjang total rel kereta api di Jepang sekitar 23.670 km, sebagian besar dilengkapi aliran listrik. Jepang memiliki kereta api andalan yakni Shinkansen, kereta berkecepatan peluru tapi minim kecelakaan.

Dikutip dari Wikipedia, Shinkansen (juga sering dipanggil kereta peluru) adalah jalur kereta api cepat Jepang yang dioperasikan oleh empat perusahaan dalam grup Japan Railways. 'Peluru' ini merupakan sarana utama untuk angkutan antar kota di Jepang, selain pesawat terbang. Kecepatan tertingginya bisa mencapai 300 km/jam.

Thursday, September 16, 2010

Alat pembaca pikiran manusia dikembangkan

Kekhawatiran dunia internasional terhadap serangan teroris masih belum hilang. Untuk mengantisipasi masalah tersebut, saat ini para ilmuwan mengembangkan alat pembaca pikiran manusia, terutama para teroris.

Untuk mengantisipasi berbagai aksi terorisme, para ilmuan pun mengembangkan sebuah perangkat pembaca pikiran manusia. Alat tersebut diyakini mampu mengantisipasi serangan teroris di masa depan.

Sebagaimana dikutip dari news.com, belum lama ini, tim ahli komputer dan psikolog asal Northwestern University, Amerika Serikat, mengklaim mampu membaca pikiran para teroris yang tertangkap. Mereka bahkan mampu mengetahui rencana lokasi penyerangan berikutnya.

Menurut Prof J. Peter Rosenfeld, seorang ahli psikologi dari perguruan tinggi tersebut, tim menempelkan elektroda pada kulit kepala teroris dan memeriksa gelombang otak mereka. “Ujicoba dilakukan, melibatkan sekitar 29 mahasiswa yang diberikan posisi sebagi teroris, dan disuruh merencanakan serangan,” tandasnya.

Para mahasiswa diberi waktu 30 menit untuk menghafal rancangan penyerangan. Studi pertama, mahasiswa ditanyai tentang rencana serangan tersebut, dan tentu saja, para peneliti juga tahu tentang rencana teroris tiruan tersebut.

“Para peneliti juga mendengar beberapa percakapan yang menjelaskan secara spesifik soal senjata, waktu dan tempat kejadian,” kata Peter.

Tapi tujuan para peneliti pada tahap awal adalah untuk memantau bagaimana pola gelombang otak mahasiswa saat menjawab pertanyaan, di mana dan kapan serangan itu berlangsung. “Pada tahap awal, terungkap sebuah informasi dalam rasa bersalah. Itu terjadi dalam 'gelombang P300',” jelas dia.

Di Tahap berikutnya, lanjut Peter, peneliti tak mengetahui rencana serangan. Para mahasiswa kemudian diminta untuk tak memberitahukan rencana lokasi. Namun, para peneliti menemukan bahwa saat memberikan informasi yang salah, gelombang p300 menunjukkan pola yang tidak sama.

“Sehingga, kemungkinan besar pola teroris memberikan informasi yang salah. Tapi, ketika pola p300 mirip dengan pengujian tahap awal, maka kemungkinan besar hal itu benar adanya,” ungkap Peter.

Peter mengklaim, tes tersebut 83 persen akurat dalam memprediksi informasi tersembunyi. Bahkan, lanjut dia, perangkat tersebut dapat menunjukkan protokol yang kompleks dan bisa mengidentifikasi kegiatan teroris masa depan. Sayang, belum dijelaskan kapan proyek tersebut akan dikembangkan lagi dan dituntaskan.

Sebelumnya, awal tahun ini, sejumlah pakar di Jepang, mengembangkan robot dan alat yang mampu membaca pikiran manusia pada tahun 2020. Perangkat yang digunakan adalah teknologi mesin otak. Alat tersebut, diharapkan dapat menganalisa sinyal di otak dan aliran darah manusia sehingga terdeteksi oleh sensor pada perangkat robot.

Tak hanya itu, robot tersebut nantinya diharapkan dapat membantu berbagai aktivitas manusia. Seperti mampu membaca keinginan pemirsa televisi sehingga otomatis merubah chanel tanpa menggunakan remote, atau SMS di ponsel bisa dilakukan dengan hanya memikirkan tanpa harus mengetikannya.

Proyek ini nantinya akan mencakup perusahaan-perusahaan raksasa seperti Toyota, Honda, Hitachi, Osaka University, dan Telekomunikasi Advanced Research Institute International.

Dengan baju khusus, manusia bisa tak terlihat

Bukan hanya makhluk gaib yang bisa tidak terlihat oleh penglihatan. Namun, teknologi menghilang mungkin akan terwujud di masa depan.

Alessandro Tuniz, pakar Australia yang mengklaim berhasil menemukan teknologi benang yang tidak terlihat oleh mata. Mahasiswa studi doktoral di Institute of Photonics and Optical Science, University of Sydney di Australia, tersebut menciptakan benang yang tidak terlihat dari metamaterial yang mampu menyusut hingga ke ukuran sangat kecil.

Teknologi itu, kata Tuniz, memungkinkan pakaian tak terlihat dalam gelombang cahaya tertentu. “Pada dasarnya, ini membuktikan bahwa cahaya dapat dimanipulasi dalam titik tertentu untuk membuat suatu objek menjadi tidak terlihat,” tandas Tuniz.

Teorinya berdasarkan apa yang disebut ‘indeks bias’ yang menjadi ukuran kecepatan cahaya melewati suatu zat. “Objek tidak tampak digunakan untuk membuat pencocokan indeks bias dari metamaterial dalam lingkungan sekitar,” kata Tuniz.

Menurutnya, unsur metamaterial menyerap cahaya sehingga logam akan memantulkan cahaya dan kaca memperlambat proses tersebut. Di sisi lain, lanjut dia, semakin tebal materi maka semakin tinggi penyerapan cahaya.

Dengan menggunakan proses gambar serat, para ahli fisika mencoba melakukan penyusutan dalam skala nano. Namun, jelas Tuniz, di sisi lain mereka masih mempertahankan struktur internalnya.

“Gambar serat merupakan proses yang sama dalam menciptakan serat optik. Namun, untuk membuat sesuatu menjadi tidak terlihat, para ilmuwan memerlukan serat yang sangat kecil, sehingga perjalanan panjang gelombang cahaya dapat dikendalikan,” terang dia.

Dalam perkembangannya, Tuniz dan sejumlah peneliti lainnya, sejauh ini berhasil membuat benang seukuran 100 mikron. Serat tidak terlihat tersebut membutuhkan setidaknya ukuran 1 mikron. Mereka berencana membuat ketebalan serat yang lebih kecil, menggunakan pemodelan komputer.

“Kami mencoba membuat bahan komposit dengan struktur yang lebih kecil dari panjang gelombang,” kata Tuniz. Dia saat ini menggunakan panjang gelombang merah yang lebih umum digunakan, misalnya pada laser.

Terlepas dari klaim tersebut, pencapaian Tuniz merupakan perkembangan terbaru dalam dunia teknologi dan pengetahuan. Jika benar teori Tuniz bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, bukan tidak mungkin banyak orang yang tertarik. Kita tunggu perkembangannya.