Saturday, October 04, 2008

Nikon D90, Perekam video pertama di dunia

Dalam dunia DSLR, Nikon menjadi salah satu barometer perkembangan fotografi. Namanya telah masuk ke semua segmen pengguna kamera maupun lensa berkualitas. Nikon D80, misalnya, adalah sebuah kamera kelas menengah berkinerja tinggi dan harganya relatif terjangkau.

Sementara Nikon D60 adalah kamera entry level yang kualitasnya juga cukup prima.Sedangkan D300 benar-benar mewakili keinginan hampir semua orang untuk memiliki sebuah kamera yang ideal. Lantas bagaimana dengan D90?

Kamera DSLR baru Nikon ini menggunakan sensor CMSO format DX 12,3 megapixel dengan sistem self-cleaning, dan prosesor EXPEED mutakhir, lengkap dengan moda Live View, fitur otofokus deteksi kontras dan deteksi wajah. Monitor LCD 3” high-angle 920k-dot-nya sama dengan milik D3 dan D300.

Nikon D90 mempunyai spesifikasi seperti 12,4 megapixles, CMOS, kecepatan foto sampai 4,5 frames per detik, ukuran layar 3 inch, 11 Auto Focus, ISO mulai 100 sampai 6400, fungsi LiveView yang memungkin kita melihat gambar sebelum mengambil foto (sama dengan kamera digital biasa), Active D-Lighting, Face Detection dan penggunaan kartu SD-SDHC.

Yang menarik dari seri D90 ini adalah fungsi untuk merekam video dalam format HD (1280 x 720 pixels), memang fungsi ini bukan hal luar biasa di sebuah kamera digital tetapi untuk jenis DSLR tentu saja ini suatu hal baru dan luar biasa.

Untuk video, D90 mampu merekam pada resolusi sampai 1280x720 pixel pada 24 fps dengan audio mono. Hasil rekaman disimpan dalam bentuk kompresi Motion JPEG AVI. Moda video ini memanfaatkan full matrix metering agar exposure-nya akurat, dan tentu saja saat merekam video lensanya juga bisa di-zoom.

Fitur menarik lain yang merupakan ‘warisan’ dari DSLR Nikon yang lebih advanced adalah sistem Scene Recognition (populer di D3 dan D300). Sistem ini menggunakan sensor khusus 420-pivel RGB untuk menganalisis scene dan informasi warna dari subjek yang sedang difoto. Berdasarkan pembacaan tersebut, kamera lalu mengoptimalkan fokus, exposure dan white balance tepat sebelum tombol rana ditekan.

Fitur lainnya adalah sistem otofokus Multi-CAM100 11-point yang mencakup 3D subject tracking, kisaran sensitivitas 200 - 3200 ISO (100 dan 6400 juga tersedia pada moda Lo dan Hi), 4.5fps continuous shooting, kendali gambar dengan enam pre-set tone balance settings, dan in-camera image re-touching tools. Menurut Nikon, batere kamera bisa bertahan sampai 850 bidikan, dengan waktu start-up 0,15 detik dan waktu respon rana 65-milidetik.

1 comment:

veronique's blog said...

Nih kamera impian banget bang, tunggu gajianku yg ke 24, tertarik mw beli neh, hehehe...
Hmmmm...bagus2 tulisanmu...