Monday, September 13, 2010

Kenali ban, hindari bahaya

Keberadaan ban sebagai salah satu elemen penting sepeda motor seringkali tidak mendapatkan perhatian para bikers (pengendara sepeda motor). Padahal jika kondisi ban tidak bagus, para bikers itu bisa menghadapi kondisi riskan di jalan yang memicu kecelakaan.

Anggreini, karyawan swasta yang sehari-harinya bepergian dengan sepeda motor mengaku tidak terlalu paham dengan seluk-beluk motor. Meski begitu, dia sangat loyal dengan brand tertentu. Dalam memilih ban, pengendara Honda Supra ini berharap bisa mendapatkan kualitas terbaik.

Sayangnya dia sendiri tidak bisa membedakan mana sebenarnya ban yang berkualitas dan yang tidak. "Agar tidak teripu, biasanya saya ganti ban di bengkel langganan saya," ungkap dia.

Rasa jengkel terhadap kondisi ban juga kerap dialami oleh Dita, seorang pegiat LSM. Kejengkelannya tersebut disebabkan karena ketidaknyamanan dalam mengendarai motor dan seringnya dia mengalami ban bocor.

Dita mengaku, dalam memilih ban dirinya sepenuhnya percaya kepada montir di bengkel. Jika diberi opsi oleh bengkel, dirinya selalu memilih ban dengan harga yang lebih mahal. "Masak ban yang harganya mahal, kualitasnya tidak bagus," ungkap penunggang motor Honda Blade ini.

Selain kekuatan dan teknologi mesin, memang ada banyak faktor lain yang menjadi pendukung oke tidaknya sepeda motor mulai dari rangka dan konstruksi bodi hingga ban. Karena itu, ban juga dianggap sebagai salah satu bagian vital dari motor karena sebagai penopang bobot motor itu, meredam getaran, halus saat melesat, daya cengkram yang baik dan tentu saja ketahanannya.

Gilamotor.com melansir, dalam produksinya ada beberapa bahan menjadi bagian dari proses pembuatan ban, seperti pigmen, zat-zat kimia dan sekitar 30 jenis karet berbeda serta benang-benang, kawat dan beragam zat lainnya. Masing-masing dari bagian ini memiliki peran yang berbeda.

Produk ban yang hadir di pasar dari setiap pabrikan jelas tak hanya sekedar buat, jadi, lalu jual. Ada unsur-unsur penting yang diperhatikan sebelum produk tersebut dijual. Sebelum ban dijual, produsen ban telah memperhitungkan setiap aspek, baik fungsi, manfaat, hingga hal-hal terkecil sekalipun.

Produsen ban biasanya membuat beragam jenis ban yang saat ini hadir di pasar dengan beragam fungsi dan tipe. Mulai dari Tubeless, Tube Type, Sport, Scooter, Racing dan Motocross dan beragam kegunaan lainnya.

Kini perkembangan teknologi memicu produsen ban membuat produk lebih mantap digunakan, lebih lengket atau nge-grip baik di lintasan basah maupun kering bahkan pada lintasan berpasir. Bahkan untuk mendapatkan hasil yang maksimal, parbikan mulai memanfaatkan teknologi Nitrogen (N2) saat proses curing atau pemanasan untuk mendapatkan kualitas kompon yang padat, merata, dan kuat.

Biasanya teknologi ini digunakan untuk pembuatan ban mobil. Namun seiring kebutuhan dan kesadaran para bikers dalam berkendara, para produsen pun mulai melirik teknologi ini. Untuk menemukan hasil yang baik, beragam tes pun dilakukan untuk pembuktian hasil kerja dan kualitas ban dimaksud.

Pasalnya banyak kasus kecelakaan fatal hingga mengakibatkan kematian karena masalah pada ban. Entah karena ban licin, pecah dan banyak kasus kecelakaan lain akibat ban. Karena itu, jangan anggap sepele masalah penggunaan dan perawatan ban motor anda.

Pada dasarnya ban terdiri dari empat bagian penting. Tread Grooves atau struktur telapak pada Crown Region Area. Bagian ini berfungsi untuk mengalirkan air yang berada diantara ban dan permukaan jalan serta meminimalisasi efek pertambahan panas dari ban pada area crown.

Tyre cords (Carcass), merupakan lapisan lembaran kain ban berlapis keret yang merupakan pembentuk konstruksi ban. Karet pelapis kain ban tak hanya melindungi ban dari kerusakan luar tapi juga mencegah kerusakan yang ditimbulkan gesekan kain ban. Bagian ini juga berfungsi sebagai penahan beban luar, goncangan, benturan dan tekanan angin dari dalam.

Inner Linner atau lapisan karet butyl yang melapisi keseluruhan bagian dalam dari ban tubeless. Bagian ini berfungsi seperti ban dalam, yang menahan tekanan angin pada ban tubeless.

Bead Wire atau cincin dari kawat karbon tinggi, yang berlapis karet dan terpasang pada keliling ban. Bagian ini menjamin pemasangan yang kokoh dari ban ke Rim.

Kode

Secara kasat mata, baik ukuran, kekuatan, kecepatan dan umur dari ban motor maka bisa dilihat dari kodenya. Kode tersebut memberikan arti semua informasi tersebut. Kode ban motor tersebut tidak dapat secara langsung dibaca melainkan melalui trik tertentu. Pada ban motor yang memiliki kode berupa angka atau huruf seperti 4.60-H-18 4PR atau 130/16 67H misalnya, mengandung informasi tentang ban tersebut.

Seperti dilansir tric.or.id, secara umum ada dua macam kode ban yang biasa digunakan yaitu kode imperial dan metric. Kode imperial 4.69-H18 4PR misalnya, 4.60 menyatakan lebar ban atau dalam satuan inci), H menunjukkan batas kecepatan pemakaian untuk scooter max.100 km/jam dan N adalah max 140 km/jam. S adalah max 180 km/jam, H adalah max.210 km/jam dan V adalah max.250 km/jam.

Kode 18 menunjukkan diameter velg / rim dalam satuan inci. Kode 4PR menunjukkan kekuatan ban berdasarkan kekuatan serat kain ban atau ply ratingyang berarti penggunaan lapisan kain dari bahan nilon didalam carcass berindikasi kekuatan setara dengan 4 lapisan kain ban.

Untuk kode imperial, aspect ratio atau perbandingan tinggi ban terhadap lebar ban didasarkan pada nilai 00% tinggi ban sama dengan lebar ban. Sedangkan contoh kode metric, 130/90-16 67H. 130 menunjukkan lebar ban dalam satuan mili meter, 90 menunjukkan tinggi ban terhadap lebarnya, 90 berarti perbandingan tinggi ban 90% dari lebarnya. Jika lebar 130 mm maka tinggi ban 90% x 130 mm = 117 mm. Aspect ratio yang kecil akan meningkatkan stabilitas dan handling kendaraan.

Kode 16 menunjukkan diameter velg / rim dalam satuan inci, 67 menunjukkan beban maksimum yang diperbolehkan atau load index/LI. Li 67 berarti beban maksimum yang dapat ditanggung sebesar 307 kg. H menunjukkan batas kecepatan pemakaian atau sama seperti contoh diatas.

Jadi saat anda akan membeli ban motor dengan merk yang berbeda perhatikan kodenya dan periksa apakah sama spesifikasinya dengan ban yang sebelumnya anda gunakan.

No comments: